Cara Mengatasi Penyakit Difteri

by

Difteri adalah infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta terkadang dapat memengaruhi kulit. Penyakit ini sangat menular dan termasuk infeksi serius yang berpotensi mengancam jiwa.

Difteri biasanya terjadi pada tenggorokan, hidung, terkadang pada kulit dan telinga. Kuman penyebab difteri yakni Corynebacterium diphtheriae, mengeluarkan racun yang masuk ke dalam aliran darah. Bakteri ini menyebar melalui tiga rute diantaranya: Bersin. Ketika orang yang terinfeksi bersin atau batuk, uap yang terkontaminasi akan dilepaskan dan memungkinkan orang di sekitarnya untuk terpapar bakteri tersebut. Kontaminasi barang pribadi.

Difteri bisa tertular melalui barang-barang pribadi orang yang terinfeksi. Misalnya, jika menggunakan gelas bekas penderita yang belum dicuci. Kontaminasi barang rumah tangga. Meskipun jarang, difteri juga bisa menyebar melalui barang-barang rumah tangga yang biasanya dipakai secara bersamaan, misalnya handuk atau mainan.

Menurut World Health Organization (WHO), tercatat ada 7.097 kasus difteri yang dilaporkan di seluruh dunia pada tahun 2016. Di antara angka tersebut, Indonesia turut menyumbang 342 kasus. Sejak tahun 2011, kejadian luar biasa (KLB) untuk kasus difteri menjadi masalah di Indonesia. Tercatat 3.353 kasus difteri dilaporkan dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2016 dan angka ini menempatkan Indonesia menjadi urutan ke-2 setelah India dengan jumlah kasus difteri terbanyak. Dari 3.353 orang yang menderita difteri, dan 110 di antaranya meninggal dunia. Hampir 90% dari orang yang terinfeksi, tidak memiliki riwayat imunisasi difteri yang lengkap.

Bila anak terserang difteri hingga dua minggu, racun tersebut bisa merusak aliran  yang membuat jantung bisa berdenyut. Kerusakan aliran di jantung menyebabkan masalah pada denyut jantung. Meski begitu difteri dapat dicegah dengan pemberian imunisasi DPT (difteri, pertusis, dan tetanus). Imunisasi ini diberikan sebanyak lima kali sejak anak berusia dua bulan hingga enam tahun.

Gejala Difteri Difteri umumnya memiliki masa inkubasi atau rentang waktu sejak bakteri masuk ke tubuh sampai gejala muncul 2 hingga 5 hari. Gejala-gejala dari penyakit ini meliputi: Terbentuknya lapisan tipis berwarna abu-abu yang menutupi tenggorokan dan amandel. Demam dan menggigil. Sakit tenggorokan dan suara serak. Sulit bernapas atau napas yang cepat. Pembengkakan kelenjar limfe pada leher. Lemas dan lelah. Pilek. Awalnya cair, tapi lama-kelamaan menjadi kental dan terkadang bercampur darah.

 

Lalu apa yang bisa dilakukan para orangtua agar anaknya terhindar dari penyakit ini?

 

  1. Ganti seprai setiap minggu Mengganti seprai wajib dilakukan setiap minggu dan akan lebih sering jika anak atau anggota keluarga lainnya sedang sakit. Saat anak mulai berkeringat, dan keringatnya menempel pada seprai, segera ganti seprai tersebut karena sudah dipenuhi bakteri. Membiarkan seprai dalam kondisi lembap akan membuat bakteri bertahan lebih lama bahkan mengundang tungau untuk menghuni area kasur. Tak lupa semprot kasur dengan obat nyamuk sebelum Anda memasangkan seprai kembali.

 

  1. Bersihkan kamar mandi minimal setiap minggu Bersihkan kamar mandi setiap tiga hari dengan karbol atau pembersih antibakteri untuk menyingkirkan kuman yang masih ada, apalagi mengingat kamar mandi cenderung lembap dan disukai bakteri. Jauhkan 8 Benda Ini dari Kamar Mandi! Sikat, spons, dan alat pembersih lainnya di kamar mandi juga sebaiknya diganti secara berkala untuk menghindari adanya kuman di sikat tersebut. Sikat yang kotor akan membuat lantai kamar mandi ikut kotor dan berkuman.

 

  1. Jemur kasurnya. Saat anak sedang tidak berada di kamar, segeralah jemur kasur dan bantal yang digunakan anak di bawah sinar matahari langsung untuk mematikan kuman.

 

Saatnya kita peduli terhadap kebersihan disekitar kita.

 

Sumber berita :

Beberapa Artikel di google

 

About Author: eNewsToday

Gravatar Image
Let there be light... Jadilah Terang. Ceritakan dan kirim artikel pengalaman positif Anda seperti (contoh) : 1. cara membuat ... dst dst ... 2. bagaimana membuat ... dst dst ... 3. info seputar ... dst dst ... 4. tempat wisata di ... dst dst ... 5. resep makanan 6. humor 7. dll jangan lupa kasih nama pengirimnya ya :-) kirim ke : eNewsToday.net@gmail.com Kami akan tayangkan dihalaman eNewsToday tentu saja setelah melewati tahap review dan edit agar pantas untuk dibaca serta bermanfaat buat semua pembaca diseluruh dunia. God Bless All :-) Salam Hangat, eNewsToday.net /MC Note : tanpa mengurangi rasa hormat, penayangan artikel pembaca adalah hak mutlak pengelola eNewsToday dan tidak bisa dipaksakan baik secara langsung atau tidak langsung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *